Liburan akhir pekan dengan keluarga besar
12 orang menggunakan mobil sewaan pergi ke Dieng Wonosobo. Dipilihnya Dieng
karena sebagian besar anggota keluarga belum pernah ke Dieng, pergi ke tempat
dengan ketinggian yang hanya 112 mdpl ( Meter Dari Permukaan Laut ) ke
ketinggian 2000 mdpl. Sebenarnya ini bukan waktu yang tepat untuk berlibur
karena baru musim penghujan apalagi ke Dieng daerah gunung dengan ketinggian
seperti itu pasti sering turun hujan. Berangkat dari rumah jam 7 pagi,
perjalanan mulai menanjak setelah melewati Temanggung pemandangan kiri kanan
jalan menyegarkan dikiri ada gunung Sindoro kanan jalan gunung Sumbing,
berjalan membelah gunung. Jalan semakin terjal setelah melewati kota Wonosobo,
kabut mulai tampak. Di sepanjang jalan ini ada beberapa mobil mogok ditengah
jalan, " Jangan nyalakan
Ac, mobil akan kepanasan dan pasti akan mogok " kata sopirku. Waktu adzan
Dhuhur ahkirnya kami tiba di Dieng, tak terasa hampir 5 jam kami menempuh jarak
sepanjang 112 Km.
Kami langsung menuju Komplek Candi Arjuna,
hawa agak dingin bertiup begitu turun dari mobil cuaca agak mendung, didekat
pintu masuk banyak warung makanan, yang menjual tempe kemul dan kentang goreng.
Komplek ditata dengan bagus hijau pepohonan tampak mengelilingi bangunan
komplek Candi Arjuna. Candi ini mirip dengan candi yang ada di India, konon
inilah candi tertinggi tempatnya dan tertua di Indonesia, dibangun pada abad ke
8 oleh raja dari wangsa Sanjaya yang beragama Hindu. Bisa dibayangkan
bagaimana para pendeta ini sampai ke sini, pasti mereka bukan orang
sembarangan, mobil saja mogok. Menembus alas gung liwang liwung, harimau jawa
masih banyak berkeliaran , belum lagi suhu di Dieng bisa mencapai 0° C,
penjelajah spritual sejati.
Hujan mulai turun, kami menuju kawah
Sikidang bau belerang menyengat, terpaksa membeli masker 500 ribu dapat 3.
Disini saya membeli kentang ungu sekilo 15 ribu, aku beli 0,5 kg, ternyata
setelah dikukus warna kulitnya berubah menjadi putih, dagingnyapun berwarna
putih. Barangkali kentangnya diwarnai, karena seperti ubi ungu kulit dan
dagingnya berwarna ungu ini tidak jadi berhati-hati kalau beli kentang sebagai
info kentang biasa sekilo harganya 5-6 ribu. Hujan semakin deras rencana ke
telaga Warna batal ahkirnya kami putuskan pulang. Tetapi Dieng meninggalkan
rasa penasaran kabut misteri masih menyelimuti, apa yang ada dibenak para
pendeta ketika memutuskan membuat candi disini, jalur mana yang dilewati,
kendaraan apa yang dinaiki, andai saja kata -kata bisa memfosil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar