Booming akik ahkir - ahkir tak lepas dari motivasi pembelinya, kebanyakan para pembeli disamping melihat faktor keindahan dan juga tuah khasiat apabila memakai akik tersebut. Tuah batu akik inilah yang berperan penting untuk jadi tidaknya membeli akik, ini terlihat dari tidak masuk akalnya harga akik bahkan lebih mahal dari batu permata. Para pemakai batu akik percaya dengan tuah batu akik yang dipakainya, ada yang menambah wibawa, ada yang percaya energi akik dapat menyembuhkan beberapa penyakit, atau tuah akik dapat untuk menarik lawan jenis. Fenomena seperti dapat ditelusuri dari keyakinan Jawa kuno bahwa tubuh mempunyai energi hidup atau cakra . Cakra dalam bahasa sansekerta diartikan dengan lingkaran, terletak dipusat tubuh spritual yang berisi energi. Cakra akan terus berputar memberi pasokan energi untuk tubuh, dan akan berhenti bila manusia telah meninggal. Aliran energi dari akik yang masuk ke cakra inilah yang konon akan mempengaruhi pemakainya.
Nun jauh disana dinegeri para pendewa nalar lain lagi, stone healing dan semacamnya itu dianggap hanya pseudosains atau ilmu semu adalah pengetahuan, keyakinan atau praktek yang diklaim ilmiah tetapi tidak mengikuti metode ilmiah, bahasa gaulnya sok ilmiah. Secara ilmiah tidak ada bukti stone healing dapat menyembuhkan penyakit, karena belum ada bukti yang ditemukan bahwa penyakit disebabkan oleh aliran energi didalam tubuh tersebut.
Lepas dari itu akik menggairahkan ekonomi dan juga memberi energi baru untuk ngobrol dengan sesama pencinta akik, "marai guyub ", melupakan kesumpekan hidup. Menikmati keindahan ciptakan Allah
lewat sepotong batu. 
Tidak ada komentar:
Posting Komentar