Minggu, 01 Maret 2015

Nyedot Akik?


Fenomena akik sedang melanda, jadi teringat cerita teman. Dia cerita mendapat akik dengan cara "nyedot akik" di Candi Borobudur, pas malam Jumat kliwon dengan dibantu seorang dukun. Dukun duduk bersila didepannya ada sesajen, tiba -tiba ada cahaya merah datang jatuh di sesajen dan di temukan akik berwarna kuning, sebuah Topas.

Moral cerita diatas ada dua kemungkinan ,
     1. Awalnya akik berubah menjadi cahaya dan setelah sampai cahaya berubah menjadi akik                      kembali.
     2. Akik mendapat energi untuk terbang

Keterangan,

ad 1. Peristiwa ini adalah dematerilisasi disuatu tempat dan rematerialisasi ditempat lain, teleportasi. Mengingatkan film Startrek, waktu penguraian tubuh kapten Kirk berubah menjadi cahaya dan pindah ketempat lain awalnya cahaya kemudian terbentuk kapten Kirk, teleportasi telah terbukti. Kejadian lain yang mirip seperti ini adalah santet, dukun mengirimkan santet biasanya berupa paku, pecehan kaca ( belum ada santet berupa granat misalnya ), santet masuk kedalam tubuh orang yang dituju tanpa melukai kulitnya. Konon santet datang berupa cahaya apabila tidak mengenai yang dimaksud akan terjadi ledakan.

ad.2.  Penjelasan paling mudah akik dilemparkan tetapi bisakah lemparan itu menimbulkan cahaya warna merah.Penjelasan mbah dukun. akik dapat terbang karena ada "isinya" menjawab misteri dengan misteri lain. 

Uniknya akik topas tadi sudah diasah/diolah jadi bukan dalam bentuk batuan. Fenomena di atas meskipun kini sudah memasuki jaman digital masih tetap lestari ini merupakan warisan kepercayaan primitif yang " takluk " pada alam yang menganggap benda mati mempunyai jiwa sehingga perlu dihormati agar tidak mengganggu manusia. Atau ini merupakan bentuk kekalahan manusia menghadapi kehidupan dengan persaingan yang kian keras. Wallahu A'lam Bishawab.     
       



Tidak ada komentar:

Posting Komentar