( Animal Planet )“ When I look into the eyes of an animal I do not see an animal. I see a living being. I see a friend. I feel a soul.”
Hari Korban kemarin kebetulan lapangan dekat rumah untuk kandang sementara sapi yang akan disembelih, melihat wajah -wajah mereka terasa kasihan hidup mereka akan berahkir di meja makan. Wajah sapi kelihatan tanpa dosa seolah pasrah bahwa sirkulasi kehidupannya seperti itu, dibesarkan, lantas disembelih. Masih untung sapi betina umurnya sedikit lebih panjang dibandingkan sapi jantan, dijadikan indukan. Memang kalau diamati wajah binatang ternak terutama yang berkaki empat seperti kambing, kerbau, kuda dll berwajah memelas, inilah senjata mereka untuk bertahan hidup agar dikasihani dan menjadi teman manusia. Konon ini adalah bukti adanya Evolusi.Evolusi merupakan teori ilmu pengetahuan yang paling menjengkelkan bagi para agamawan, adalah proses perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit dan memakan waktu lama. Evolusi di didorong oleh dua mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan hanyutan genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi - dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini.( http://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi )
Ciri ciri evolusi antara lain terbentuknya spesies baru, salah satu penyebabnya adanya domestifikasi. Yaitu memindahkan makhluk-makhluk tersebut dari habitat aslinya ke dalam lingkungan yang diciptakan manusia. Aurochs liar yang berawajah sangar 10.000 tahun yang lalu mungkin oleh orang Paleolithic ditangkap dipilih yang muda dan jinak secara bertahap menjadi hewan peliharaan, mereka inilah yang menjadi leluhur sapi seperti yang kita kenal saat ini. (http://www.livescience.com/28154-new-world-cattle-origins.html )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar