Senin, 06 Oktober 2014

Badai Berbatu


 Atau apakah Kamu merasa Aman terhadap Allah yang (berkuasa) di Langit bahwa Dia Akan mengirimkan Badai Yang berbatu. Maka kelak Kamu Akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?” (Surat Al Mulk ayat 17)
Nonton sekilas BBC Science Club pas waktu bintang tamunya DR Michio Kaku, beliau mengatakan bahwa manusia masih beruntung ketika meteor Chelyabinsk meledak diatas langit andai meledaknya lebih lambat beberapa detik saja akan terjadi bencana bagi manusia. Seperti diketahui Meteor berbobot 10 ton dengan diameter 17 m dengan kecepatan 15 km/dt, dan mempunyai daya ledak 30 kali lebih kuat dari Little Boy yang di jatuhkan di Hiroshima Jepang.  Beliau juga menyarankan perlunya manusia membuka koloni di planet lain, agar apabila Bumi di bom meteroid ras manusia masih ada tidak punah, seperti bangsa dinasaurus yang musnah terkena asteroid.
Ancaman dari antariksa ternyata tidak main-main, menurut data NASA MEO dari Januari hingga September 2014 sudah 21 kali meteorid masuk ke Bumi. NASA yang ditugaskan untuk mengidentifikasikan obyek asteroid berpotensi membahayakan Bumi, sudah lempar handuk hanya mampu menemukan 10 persen saja               (http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/09/misi-gagal-nasa-menemukan-asteroid ). Artinya tidak tahu kapan meteroid akan masuk Bumi, sampai hari ini belum ada teknologi untuk menghancurkan meteroid, hanya Hollywood saja yang mampu menghancurkan asteroid.
Inilah alasan utama DR Michio mendorong umat manusia bila tidak ingin musnah agar mengeksploitasi angkasa luar membuka koloni di planet lain. Yang membuat bangga umat Islampun tidak mau ketinggalan menjelajah antariksa, Uni Emirat Arab akan mengirim misi tanpa awak ke Mars tahun 2021 ( http://www.dream.co.id/news/seberapa-penting-misi-jelajahi-mars-buat-negara-islam-140916r.html ). Andai saja ada kesadaran kolektif demi menyelamatkan ras manusia,  semua manusia bergotong royong mengeksplotasi angkasa bukan tidak mungkin koloni manusia di planet bakal cepat terwujud.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar