“ Atau apakah Kamu merasa Aman terhadap Allah yang (berkuasa) di Langit bahwa Dia Akan mengirimkan Badai Yang berbatu. Maka kelak Kamu Akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?” (Surat Al Mulk ayat 17)
Nonton
sekilas BBC Science Club pas waktu bintang tamunya DR Michio Kaku, beliau
mengatakan bahwa manusia masih beruntung ketika meteor Chelyabinsk meledak
diatas langit andai meledaknya lebih lambat beberapa detik saja akan terjadi
bencana bagi manusia. Seperti diketahui Meteor berbobot 10 ton dengan
diameter 17 m dengan kecepatan 15 km/dt, dan mempunyai daya ledak 30 kali lebih
kuat dari Little Boy yang di jatuhkan di Hiroshima Jepang. Beliau juga
menyarankan perlunya manusia membuka koloni di planet lain, agar apabila Bumi di
bom meteroid ras manusia masih ada tidak punah, seperti bangsa dinasaurus yang
musnah terkena asteroid.
Ancaman
dari antariksa ternyata tidak main-main, menurut data NASA MEO dari Januari
hingga September 2014 sudah 21 kali meteorid masuk ke Bumi. NASA yang
ditugaskan untuk mengidentifikasikan obyek asteroid berpotensi membahayakan
Bumi, sudah lempar handuk hanya mampu menemukan 10 persen saja (http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/09/misi-gagal-nasa-menemukan-asteroid ).
Artinya tidak tahu kapan meteroid akan masuk Bumi, sampai hari ini belum ada
teknologi untuk menghancurkan meteroid, hanya Hollywood saja yang mampu
menghancurkan asteroid.
Inilah
alasan utama DR Michio mendorong umat manusia bila tidak ingin musnah agar
mengeksploitasi angkasa luar membuka koloni di planet lain. Yang membuat bangga
umat Islampun tidak mau ketinggalan menjelajah antariksa, Uni Emirat Arab akan
mengirim misi tanpa awak ke Mars tahun 2021 ( http://www.dream.co.id/news/seberapa-penting-misi-jelajahi-mars-buat-negara-islam-140916r.html ).
Andai saja ada kesadaran kolektif demi menyelamatkan ras manusia, semua
manusia bergotong royong mengeksplotasi angkasa bukan tidak mungkin koloni
manusia di planet bakal cepat terwujud.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar