Senin, 15 Desember 2014

Sangkan Paraning Dumadi

Alkisah Werkudara diberi tugas oleh Resi Druna untuk mencari Tirtamerta atau air penghidupan , alas gung liwaluwung Tibrasara pun dirambah, kedalaman gua digunung Candramuka pun dimasuki. Duo raksasa Rukmuka dan Rukmakala sebagai penghalang langsung dibinasakan. Namun air suci belum ditemukan, samudera Minangkalbu dijelajahi dengan ajian Jalasengara air laut tersibak,  naga raksasa Kyai Nabat Kawa mencoba menghadang binasa oleh kuku pancanaka. Ahkirnya bukan air  Tirta Pawitra Mahening suci yang didapat tetapi anak bajang Sang Hyang Bathara Dewa Ruci.
Cerita berlanjut hingga kini tetapi dengan dalang yang lain, ESA ( European Space Agency ), dengan lakon Rosetta Nggolek Sangkan Paraning Dumadi. Baru - baru ini Wahana Rosetta yang berotot kawat balung wesi ditugaskan memburu komet   67P / Churyumov-Gerasimenko untuk mencari " air perwitasari " berbentuk asam amino , konon asam amino berasal dari angkasa luar, salah satu adalah pembawanya komet . Semua Protein pada semua spesies mulai dari bakteri sampai manusia disusun oleh 20 asam amino yang sama dan tidak berubah selama evolusi. Pencarian di mulai 10 tahun Maret 2004 yang lalu dibantu ibu bumi dan mars untuk mengejar komet. Dan harus menjalani lelaku " Tapa brata " ( hibernasi ) di daerah tak bertuan deep space selama 3 tahun dari tahun 2011 sampai dengan Januari 2014. Ahkirnya november 2014 Rosetta mengirim satriya Philae mendarat dunia antah berantah komet Churyumov-Gerasimenko, untuk mencari tirtamerta. Hingga sampai saat ini, salah satu pujangga ESAKathrin Altwegg dari University of Bern di Swiss di konferensi pers 9 Desember bertitah " Air di 67P komet / Churyumov-Gerasimenko yang tipis, susunan kimia tidak sesuai dengan lautan bumi, menunjukkan bahwa asteroid, bukan komet, membawa air untuk Bumi miliaran tahun yang lalu " rasio D/H nya tiga kali lebih tinggi dari pada air di Bumi.

Lakon Werkudara dan Rosetta ujung ceritanya sama belum menemukan tirtamerta, tetapi manusia adalah mahluk pantang mundur keingintahuan untuk memahami  kitab quaniyah amat menarik untuk dilewatkan. Sangkan paraning dumadi memang hari ini masih misteri, menunggu untuk ditemukan oleh generasi berikutnya.

Selasa, 21 Oktober 2014

Pareidolia

Pepaya makanan rakyat
   Karena sangat bermanfaat
   Harganya juga tak mengikat
   Setalen tuan boleh angkat “
   ( Lagu “ Pepaya Mangga Pisang Jambu “ )

Pohon pepaya didepan rumah sudah sering kali berbuah, tetapi buah yang satu ini mirip dengan wajah spiderman atau seperti rubah dengan mata menyala, sebuah pareidolia.Arti gambar ini dapat bermacam - macam, tergantung induvidu masing-masing, apa yang paling banyak mengendap di memori otaknya.
 Fusiform gyrus  yang bertanggung jawab dalam hal ini, bagian dari otak yang  terletak antara temporal gyrus rendah dan gyrus parahippocampal  . Setelah penelitian lebih lanjut oleh para ilmuwan di MIT , disimpulkan bahwa baik kiri dan kanan fusiform gyrus memainkan peran yang berbeda satu sama lain, tapi kemudian saling terkait. Gyrus fusiform kiri memainkan peran mengakui "wajah-seperti" fitur dalam benda-benda yang mungkin atau mungkin tidak wajah sebenarnya. Sedangkan gyrus fusiform kanan memainkan peran dalam menentukan apakah atau tidak diakui "wajah-seperti" fitur ini, pada kenyataannya, wajah yang sebenarnya ( http://en.wikipedia.org/wiki/Fusiform_gyrus ) Atau Sisi kiri melakukan cepat, penilaian intuitif apakah sesuatu adalah wajah atau tidak, sementara sisi kanan membuat lambat, penilaian yang lebih akurat. Tapi, yang terakhir membutuhkan lebih banyak waktu dan usaha, dan  sering melompat ke kesimpulan.( http://www.livescience.com/45690-seeing-faces-pareidolia.html )  Kesimpulan yang cepat ini yang sering mengakibatkan pareidolia. Fenomena ini  banyak menghinggapi orang orang beragama dan mereka yang percaya fenomena paranormal dibanding orang -orang. non religius dan skeptis ( http://www.livescience.com/24814-why-we-see-jesus-face-in-toast.html )

Indonesia dengan penduduk mayoritas beragama Islam tentu saja banyak orang -orang melaporkan melihat lafal Allah di segala sesuatu mulai dari awan, pohon, ombak laut hingga kepala Ronaldo. Pareidolia yang terkenal yaitu Kain Kafan dari Turin menggambarkan sosok orang seperti Yesus, tentu ini terjadi di Italia yang mayoritas penduduknya beragama Katholik.


Minggu, 19 Oktober 2014

Nasib Hewan Ternak

 “ When I look into the eyes of an animal I do not see an animal. I see a living being. I see a friend. I feel a soul.”
  ( Animal Planet )

Hari Korban kemarin kebetulan lapangan dekat rumah untuk kandang sementara sapi yang akan disembelih, melihat wajah -wajah mereka terasa kasihan hidup mereka akan berahkir di meja makan. Wajah sapi kelihatan tanpa dosa seolah pasrah bahwa sirkulasi kehidupannya seperti itu, dibesarkan, lantas disembelih. Masih untung sapi betina umurnya sedikit lebih panjang dibandingkan sapi jantan, dijadikan indukan. Memang kalau diamati wajah binatang ternak terutama yang berkaki empat seperti kambing, kerbau, kuda dll berwajah memelas, inilah senjata mereka untuk bertahan hidup agar dikasihani dan menjadi teman manusia. Konon ini adalah bukti adanya Evolusi.
     Evolusi merupakan teori ilmu pengetahuan yang paling menjengkelkan bagi para agamawan, adalah proses perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit dan memakan waktu lama. Evolusi di didorong oleh dua mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan hanyutan genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi - dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini.( http://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi )

Ciri ciri evolusi antara lain terbentuknya spesies baru, salah satu penyebabnya  adanya  domestifikasi. Yaitu memindahkan makhluk-makhluk tersebut dari habitat aslinya ke dalam lingkungan yang diciptakan manusia. Aurochs liar  yang  berawajah sangar  10.000 tahun yang lalu mungkin oleh orang Paleolithic ditangkap dipilih yang muda dan jinak secara bertahap menjadi hewan peliharaan, mereka inilah yang menjadi leluhur sapi seperti yang kita kenal saat ini. (http://www.livescience.com/28154-new-world-cattle-origins.html )

Selasa, 07 Oktober 2014

Materi Hantu


"Buatlah hantu takut kepada kalian sebelum mereka membuat kalian takut.” 

                                       ( Umar bin Khaththab )


    Menindak lanjuti cerita teman yang melihat dan mengejar gendruwo, tak tertangkap karena hilang lari menembus dinding. Sekali lagi menembus dinding, terbuat dari materi apa gendruwo ( kabarnya berwujud orang tinggi besar lebih dari orang umumnya ) itu kok mampu menembus benda padat.
   Yang jelas syarat untuk menembus benda padat, materi harus mempunyai sifat seperti Neutrino partikel sub atomik tak bermuatan listrik , bermassa ringan. Sehingga dia tidak berinteraksi dengan materi lain dengan enteng mampu menembus benda padat. Seperti kita ketahui menurut John Dalton setiap elemen terbuat dari atom, sedangkan atom terdiri dari Inti atom dan Elektron ( bermuatan negatif ), inti atom terdiri dari neutron ( bermuatan netral ) dan proton ( bermuatan positif ) . Apabila suatu materi melalui benda padat harus mampu memecah ikatan atom -atom benda padat tersebut, sedangkan si gendruwo mampu menembus dinding tanpa merusaknya jadi bisa dikatakan gendruwo mempunyai sifat neutrino.
    Kalau peristiwa ini benar dan bisa dibuktikan tentu akan terjadi revolusi besar di bidang ilmu pengetahuan, seperti yang diketahui saat ini fenomena itu terjadi untuk partikel berukuran nano 
( sepermilyar atau 0.000000009) yang mana partikel itu melalui Terowongan Kuantum. Sehingga dapat menembus benda padat tanpa merusaknya. Kalau partikel itu seukuran gendruwo tentu akan heboh. Tetapi sayangnya peristiwa hantu adalah mulai dari jaman dahulu sampai detik ini belum ada bukti yang kongkret, hanya ada bukti foto atau video itupun banyak orang meragukannya.

Senin, 06 Oktober 2014

Badai Berbatu


 Atau apakah Kamu merasa Aman terhadap Allah yang (berkuasa) di Langit bahwa Dia Akan mengirimkan Badai Yang berbatu. Maka kelak Kamu Akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?” (Surat Al Mulk ayat 17)
Nonton sekilas BBC Science Club pas waktu bintang tamunya DR Michio Kaku, beliau mengatakan bahwa manusia masih beruntung ketika meteor Chelyabinsk meledak diatas langit andai meledaknya lebih lambat beberapa detik saja akan terjadi bencana bagi manusia. Seperti diketahui Meteor berbobot 10 ton dengan diameter 17 m dengan kecepatan 15 km/dt, dan mempunyai daya ledak 30 kali lebih kuat dari Little Boy yang di jatuhkan di Hiroshima Jepang.  Beliau juga menyarankan perlunya manusia membuka koloni di planet lain, agar apabila Bumi di bom meteroid ras manusia masih ada tidak punah, seperti bangsa dinasaurus yang musnah terkena asteroid.
Ancaman dari antariksa ternyata tidak main-main, menurut data NASA MEO dari Januari hingga September 2014 sudah 21 kali meteorid masuk ke Bumi. NASA yang ditugaskan untuk mengidentifikasikan obyek asteroid berpotensi membahayakan Bumi, sudah lempar handuk hanya mampu menemukan 10 persen saja               (http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/09/misi-gagal-nasa-menemukan-asteroid ). Artinya tidak tahu kapan meteroid akan masuk Bumi, sampai hari ini belum ada teknologi untuk menghancurkan meteroid, hanya Hollywood saja yang mampu menghancurkan asteroid.
Inilah alasan utama DR Michio mendorong umat manusia bila tidak ingin musnah agar mengeksploitasi angkasa luar membuka koloni di planet lain. Yang membuat bangga umat Islampun tidak mau ketinggalan menjelajah antariksa, Uni Emirat Arab akan mengirim misi tanpa awak ke Mars tahun 2021 ( http://www.dream.co.id/news/seberapa-penting-misi-jelajahi-mars-buat-negara-islam-140916r.html ). Andai saja ada kesadaran kolektif demi menyelamatkan ras manusia,  semua manusia bergotong royong mengeksplotasi angkasa bukan tidak mungkin koloni manusia di planet bakal cepat terwujud.

Selasa, 13 Mei 2014

Pesisir Parangtritis



        “ Come with me, my love, to the sea
The sea of love
I wanna tell you just how much I love you
Come with me to the sea of love “
( "Sea Of Love" was written by Philip Baptiste, George Khoury )

Pesisir Parangtritis daerah kang endah nanging sayange akeh "mangan korban" wisatawan sing klelep pas lagi adus, manut simbah mbiyen iki wis dikersakake Nyi Loro kidul didhadhekake prajurite, nanging "Nyi Loro Kidul " uga luwih ganas njaluk korban 150 nyawa ben taun ing Amerika Serikat.
Manut mbah Goggle peristiwa kuwi merga Rip current utawa arus balik, yaiku arus balik sing terkonsentrasi neng daerah tertentu merga ana gosong pasir sing nutupi/mbendung banyu balik marang laut. Banjur mbentuk cekungan utawa tandon banyu. Tandon iki nek bocor banyune kesedot nuju laut, pas ono uwonge uga melu kesedot marang laut. Pantai Parangtritis uga terkenal gumuk pasire, sak donya ming ana 2, Parangtritis lan Meksiko. Material pasir iki sing asale saka Merapi, Merbabu, kali Opak, kali Progo lan pantai Parangtritis dewe. Gumuk pasir iki terbentuk saka pasir sing kegawa angin nuju daratan. Fenomena iki  sing bentuk Rip curent, dadi iso dianggep Rip curent akeh terbentuk di sepanjang pantai Parangtritis dibandingke pantai liyane. Buktine data Basarnas pesisir DIY paling mbebayani sak Indonesia sing korban lima taun kepungkur 30 uwong.
            Cara ngatasi yen kena rip current manut The National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan Asosiasi Lifesaving Amerika Serikat (USLA) yaiku, nglangi sejajar pantai orasah dilawan, lan panik,usahake ngambang karo njaluk tulung penjaga pantai. Cara nyegah uga iso nganggo nyewa satelit, mengko ketok gambar rip curent kaya sing dinggo NOAA, Utawa nek ora iso nglangi adus neng pantai sing cedak karo penjaga pantaine. 
 Crita lagenda Nyi Loro Kidul ono apike marai narik pengunjung sing penasaran karo crita kasebut, banjur ngunjungi pantai Parangtritis. Sing ora enthuk yaiku, wong sing mati kerem ning laut dianggep dikersake  Nyi Loro Kidul, kudu digoleki sebab sing masuk akal lan iso nganggo pengalaman agar kejadian koyo mengkono iso dihindari.

Selasa, 06 Mei 2014

Monggo Mangan Thiwul

 Menu sarapan pasar Imogiri sego thiwul, godhong kates lan sambel terong, tempe karo tahu tambahan dewe. Dodolan wayah esuk wiwit jam 5, regane 2000 ewu entuk 4 plastik, sik neng piring iki ming sakplastik. 

Kebiasaan mangan sego tiwul wis arang dilakoni  wong saiki, padahal nek dikulinakake akeh manfaate sing jelas iso ngirit ora ketergantungan karo beras. Beras larang mangan tiwul kaya sing dikampanyeke FAO " Tela kanggo memenuhi kebutuhan keamanan pangan dunia lan pengembangan industri pedesaan ".Nanging sayange neng kene durung tau ono kampanye mangan tiwul nasional, misale mben dino jumat mangan tiwul, lomba masak ala chef gawe menu saka tiwul lan mangan tiwul aman dinggo kesehatan. Rata-rata saiki sing mangan okeh-okehe ming simbah-simbah ndeso, cah enom ora ono sing mangan tiwul. Nggari nunggu wektu thiwul  "punah".